ANALISIS DETERMINAN HAMBATAN BAHASA INGGRIS MARITIM PADA TARUNA MANAJEMEN PELABUHAN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN INDUSTRI 4.0
Keywords:
Determinan, bahasa inggris maritim, manajemen pelabuhanAbstract
Dalam ekosistem pelayaran niaga global, Bahasa Inggris Maritim merupakan instrumen fundamental untuk menjamin efisiensi manajemen operasional pelabuhan dan keselamatan logistik. Namun, akuisisi bahasa pada taruna program studi Manajemen Pelabuhan sering kali terhambat oleh variabel kompleks yang membatasi kesiapan kerja mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis determinan hambatan belajar (learning obstacles) Bahasa Inggris Maritim pada taruna baru di Akademi Maritim Nusantara (AMNUS) Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data dihimpun melalui kuesioner terstruktur, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam yang divalidasi dengan teknik triangulasi sumber. Landasan teoretis analisis mengacu pada Affective Filter Hypothesis dan Cognitive Load Theory dalam konteks pendidikan vokasi (2020–2025).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan belajar bersifat multidimensional, di mana faktor psikologis berupa kecemasan berbicara (speaking anxiety) menjadi determinan paling dominan (82%). Selain itu, ditemukan hambatan linguistik berupa beban kognitif dalam penguasaan kosakata teknis manajemen pelabuhan (Port Management terminology) sebesar 75%. Secara pedagogis, taruna merasakan adanya diskoneksi antara kurikulum bahasa Inggris umum dengan realitas praktis di industri pelayaran niaga.
Simpulan penelitian menegaskan bahwa penanganan hambatan ini memerlukan transformasi metode pengajaran dari teori murni menuju pendekatan komunikatif-kontekstual yang berbasis simulasi operasional pelabuhan. Temuan ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi institusi pendidikan maritim dalam meningkatkan daya saing SDM kepelabuhanan di pasar tenaga kerja internasional.
References
Amalia Rachmawati, S. (2024). Tantangan Mahasiswa Non-Inggris dalam Menguasai Bahasa Inggris di Perguruan Tinggi Vokasi: Studi Kasus Motivasi dan Relevansi Industri. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 12(1), 45-58.
Bachtiar, A., & Puspitasari, D. (2023). Hambatan Pembelajaran Bahasa Inggris dan Inovasi Metode Pembelajaran pada Pendidikan Vokasi Maritim. Jurnal Ilmiah Komunikasi Maritim, 9(2), 112-125.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Junfei, L., Tiantian, X., & Yongfang, W. (2022). Cognitive Obstacles in English Language Learning: A Contemporary Review of ESP in Maritime Context. International Journal of Linguistics and Maritime Studies, 15(3), 201-218.
Krashen, S. D. (1985). The Input Hypothesis: Issues and Implications. Laredo Publishing Company. (Dikutip dalam tinjauan komprehensif hambatan psikologis pada taruna maritim, studi terbaru 2025).
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Pratama, R., & Kuswardani, R. (2022). Hambatan Lingkungan dan Sumber Daya dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Mandiri pada Siswa Vokasi di Era Digital. Jurnal Teknologi Pendidikan Maritim, 7(4), 88-102.
Standard of Training, Certification and Watchkeeping (STCW). (2010). Manila Amendments to the Seafarers' Training, Certification and Watchkeeping Code. International Maritime Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elisa Rosiana, Akhmad Syahbudin, Juhrani Juhrani, kamsariaty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








